Monday, October 14, 2013

IU Menggoda dengan Pamer Punggung di Majalah Ceci


WowKeren.com - IU tampaknya benar-benar mengubah imejnya menjadi lebih dewasa dan seksi untuk comeback tahun ini. Ia tak segan-segan memamerkan kulit punggungnya saat berpose di majalah Ceci edisi November. Dalam edisi terbaru tersebut IU menggunakan konsep 'The Return of the Queen' yang menyesuaikan dengan comeback-nya. Pelantun 'The Red Shoes' ini akan menghiasi Ceci edisi China dan Thailand juga. Posenya tersebut merupakan yang pertama kali sejak terakhir kali foto untuk Ceci 3 tahun. Ceci juga telah mempublikasikan video teaser pemotretan ini yang bernuansa sedikit horor. Dalam video pertama IU menunjukkan ekspresi dingin dengan memegang tarantula di depan wajah. Sedangkan di video lainnya IU berpose di depan cermin mengenakan gaun klasik. 'Menurutku kamu belum pantas dengan imej seksi, bagiku kamu tetap yang paling imut,' tulis seorang netter. 'Serius deh, IU terlihat sangat seksi!' puji netter lain. 'Seperti 'Rum pum pum pum' digabung 'Damaged Lady'.' Inilah teaser pemotretan IU di Ceci: (wk/mr)


Berita IU terbaru : * IU Tak Sengaja Terkunci di Backstage 'M!Countdown' * Baru Dirilis, 'Modern Times' IU Kuasai Berbagai Tangga Lagu KorSel * IU Pakai Lipstik Merah Menyala di Video Teaser 'The Red Shoes' * IU Tampil 'Seksi' Bareng Ga In BEG di Teaser Video 'Everybody Has Secret' * IU Rilis Video Teaser 'Walk With Me, Girl' Bareng Penyanyi Senior * Berita IU lainnya ...


BERITA TERPOPULER Konser SID Hingga Indra Sjafri Ingin ...


Indra Sjafri (JIBI/dok)


Solopos.com, SOLO- Indonesia mengalahkan Korsel, juara Piala AFC U-19 tahun lalu, 3-2 pada laga penentuan juara Grup G. Keberhasilan itu mendapatkan perhatian dari Jokowi dan SBY yang mengirimkan pesan Evan Dimas dkk lewat akun Twitter.


Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo alias Jokowi menyampaikan lewat akun Twitter-nya @jokowi_do2 sedangkan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengicaukan pesan lewat akun @SBYudhoyono beberapa saat setelah Evan Dimas dkk mengalahkan Korsel 3-2 pada laga penentuan juara Grup G Piala AFC U-19, Sabtu 12 Oktober.


Berita tersebut merupakan salah satu berita terpopuler di solopos.com, Senin (14/10/2013). Berikut sejumlah berita terpopuler selengkapnya di solopos.com :


1. INDONESIA VS KORSEL U-19 : Ini Pesan dan Kesan Presiden SBY dan Jokowi


2. KONSER MUSIK : SID 'Iringi' Wiji Thukul di Pentas Djarum


3. JELANG MOTOGP MALAYSIA : Marques Prediksi Balapan akan Berlangsung Seru dan Menarik


4. Twitter Rilis Aplikasi Tablet Android


5. Lima Mobil BMW Dibatik di Candi Prambanan


6. Berenang di Pantai Baron, Bocah asal Karanganyar Hilang


Sunday, October 13, 2013

Heechul dan Ryeowook Ternyata Fans Hyungsik di Serial 'Heirs'


WowKeren.com - Dua personil Super Junior, Kim Heechul dan Ryeowook mendukung penuh akting Park Hyung Sik di serial 'Heirs'. Dukungan itu mereka tunjukkan melalui sebuah video yang diunggah Heechul baru-baru ini di akun Instagram- nya, kimheenim. Di serial ini, Hyung Sik berperan sebagai Jo Myung Soo. Sementara video yang diunggah Heechul itu diberi judul 'Cinta Ryeowook untuk Hyungsik'. Seakan-akan menjadi fanboy, Ryeowook memulainya dengan berteriak histeris ala fans cewek sambil berkata, 'Hyungsik-ah' setiap kali Hyungsik muncul dan berakting lucu dalam drama tersebut. Heechul pun tak kuat menahan rasa gelinya dan tertawa terbahak-bahak melihat tingkah Ryeowook. Melihat tingkah dua personil Super Junior ini, ELF pun ikut-ikutan berkomentar. 'Hyungsik-ahh!!! hahahaha,' komentar seorang fans. 'Jeritan Ryeowook dan Heechul itu justru yang membuatku tertawa,' komentar fans lainnya. Video Heechul di akun Instagramnya itu bisa ditonton disini. (wk/dn)


Berita Heirs terbaru : * Lee Min Ho Mulai Cemburui Park Shin Hye di Episode 2 'Heirs' * Lee Min Ho: Sebenarnya Aku Tak Nyaman Jadi Anak SMA * Malangnya Nasib Park Shin Hye di Episode 1 'Heirs' * Lee Min Ho dan Park Shin Hye Kencan, Rating 'Heirs' Tak Terlalu Tinggi * Park Shin Hye Minta Fans Tak Lewatkan Premiere 'Heirs' * Berita Heirs lainnya ...


Saturday, October 12, 2013

Konflik Sosial Dalam Kemasan Berita Damai


SIAGA - PALU Pemberitaan situasi konflik yang disajikan secara lembut (soft news) menjadi topik utama dalam dialog terbuka pembukaan Musyawarah Daerah (Musda) Ke-2 Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Sulawesi Tengah yang digelar di Kota Palu, Sabtu 12 Oktober 2013.


Wakapolri Komisaris Jenderal Polisi Drs Oegroseno, Komisioner HAM Siane Indriani, dan Gubernur Sulawesi Tengah H Longki Djanggola masing-masing mempunyai pendapat berbeda.


Ichsan Loulembah yang bertindak sebagai moderator kemudian menanyakan pandangan Polri tentang kemasan pemberitaan media visual terhdap konflik sosial yang kerap terjadi di wilayah Sulteng.


Menjawab pertanyaan itu, Komjen Pol Oegroseno hanya meminta para jurnalis untuk mengemas berita konflik menjadi jauh lebih mendamaikan hati masyarakat penerima informasi.


'Soft news itu lebih bermanfaat,' ujar Wakapolri.


Bagaimana pemberitaan suatu kejadian itu bisa baik dan bermanfaat jika sumber beritanya berasal dari kepolisian. Menurut Wakapolri, para jurnalis hendaknya melakukan konfirmasi dengan metode dari bawah ke atas. Artinya aparat dalam lingkaran terdekat pada sebuah peristiwa tentunya akan lebih mengetahui fakta ketimbang atasan penerima laporan.


'Saat ini Polri sudah menerapkan transpatansi informasi. Langkah yang tepat adalah melakukan konfirmasi dari bawah ke atas. Agar kedepannya tidak ada lagi hal-hal yang merugikan semua pihak,' papar Oegroseno.


Mantan Kapolda Sulteng ini juga membuka langkah Polri yang menempatkan aparatnya untuk daerah-daerah rawan konflik yang pastinya berhadapan langsung dengan jurnalis berbagai lembaga media, baik cetak, televisi maupun berita online.


Langkah yang dimaksud Wakapolri adalah dengan program Brigadir The real Policeman. Polisi dengan pangkat tiga bengkok kuning di pundak itu nantinya akan mempunyai otoritas setara atasannya untuk membagi informasi yang dibutuhkan wartawan saat bertugas di lapangan.


'Kompetensi bisa diasah, yang susah itu adalah perbaikan moral. Melalui program The real Policeman, kedepan 370.000 brigadir ini diharapkan bisa bekerjasama dengan media,' pungkas Komjen Pol Oegroseno.


Komisioner HAM Siane Indriani sebagai pembicara kedua setelah Wakapolri kemudian angkat bicara.


Menurutnya, hal yang tidak bisa ditarik dari masa orde baru ke era reformasi satu di antara tiga, yaitu kebebasan pers. Karena kelonggaran tersebut, maka di mata luar daerah Makassar, Palu, dan Poso menjadi identik akan konflik.


'Terungkapnya banyak konflik pasca era reformasi akibat kebebsan pers. Sejak itu, pers kemudian bebas memberitakan konflik-konflik yang di era orde baru jarang terdengar,' kata Siane.


Siane yang juga mempunyai tugas pada Sub Komisi Pemantauan dan Pendidikan itu juga mengungkap fakta tentang realitas faktual oleh media. Akibatnya, penempatan berita besar menjadi kecil atau sebaliknya menjadi sering terjadi. Seperti sebuah kasus di daerah Tangerang. Saat ini kasus yang tak dirincinya itu tidak lagi tersiar oleh media, sementara penyelesaiannya masih jalan di tempat.


'Sangat bisa terjadi media mengatur kondisi sebuah berita besar menjadi kecil atau dari kecil kemudian dibesar-besarkan,' ujar mantan Pemred SCTV ini.


Melihat kondisi di Sulteng, moderator kemudian beralih arah ke Longki Djanggola. Menurut Ichsan Loulembah, pemangku jabatan di Sulteng seringkali menyimpulkan sesuatu yang masih sederhana menjadi suatu keputusan.


'Masih puzlle sudah disimpulkan. Padahal media televisi masih menjadi referensi penting untuk pengambilan kebijakan,' kata Ichsan sembari meminta Gubernur untuk memberikan pandangan terkait konflik dari kacamata pemberitaan televisi.


Gubernur yang ternyata menyimpan uneg-uneg akan hal tersebut, tak lagi berpanjang lebar. Mantan Karo Humas yang tentunya memahami bagaimana efek pemberitaan sangat mempengaruhi opini masyarakat ini, menilai media tidak harus selalu me-generalisir suatu kondisi daerah.


'Secara umum, seolah-olah Sulteng ini adalah daerah konflik akibat pemberitaan. Jangan digeneralisirlah,' tegas Gubernur.


Gubernur juga menyesalkan berita pesanan (news by order) yang diminta dewan redaksi masing-masing media. Jika kondisi ini terus berjalan, maka tidaklah heran kalau Sulteng kurang diminati orang dari luar daerah.


'Berita by order soal tawuran, demo dan perkelahian paling sering ditayangkan. Kita juga tidak bisa menyalahkan rekan-rekan reporter daerah, karena mereka hanya mendapat perintah untuk meliput,' kata Longki.


Bukan hanya berdampak langsung pada masyarakat lokal, pemberitaan kasus konflik rentan melambankan pembangunan daerah yang masih sangat butuh campur tangan investor untuk menanamkan modalnya.


'Setiap ada berita konflik di Sulteng tayang di televisi, para investor pasti menelpon menanyakan keamanan investasi mereka. Bahkan ada yang pamit pindah ke daerah lain. Bukan hanya mereka, bahkan masyarakat lokal jadi ketakutan melihat kondisi daerahnya sendiri,' tandasnya.


Gubernur meminta, jurnalis televisi di daerah ini untuk lebih mengutamakan soft news guna mentralisir ketakutan yang diakibatkan berita-berita kekerasan.


'Semoga media bisa menetralisir kondisi daerah dengan cara menayangkan soft news,' harap Longki.


Moderator kemudian menyilahkan jurnalis yang hadir menyampaikan pemikiran tentang penciptaan kampanye damai melalui peran serta media televisi. Kesempatan ini kemudian digunakan oleh Kontributor Trans TV daerah Sulteng Jafar G Bua.


Menurut Jafar, mereka yang tergabung dalam organisasi IJTI Sulteng sudah sepakat tidak lagi menayangkan berita berdarah-darah dan penuh air mata.


Namun sebagai bentuk kegelisahan jurnalis akan sikap pejabat yudikatif, eksekutif dan legislatif yang enggan mendatangi lokasi saat terjadi konflik, maka berita itu akan tetap menjadi konsumsi masyarakat luas.


'Berhari-hari kami berada di lokasi bentrok untuk meliput. Tapi sangat jarang ada pejabat yudikatif, eksekutif dan legislatif datang mendamaikan warga,' beber Jafar.


Mengingat pengalaman, kata Jafar, dari tiga daerah konflik, Kota Palu, Kabupaten Sigi, dan Kabupaten Donggala, hanya Wali Kota Palu Rusdi Mastura yang mau turun langsung melihat kondisi warganya yang sedang bertikai.


'Hanya Walikota Palu yang berani turun ke lokasi bentrok. Bahkan pak Wali menantang pelaku bentrok menembak dadanya,' sebut Jafar.


Sementara itu, anggota DPRD Provinsi Sulteng Ridwan Yalidjama, mengatakan subtansi persoalan pemicu bentrok berulang di kabupaten Sigi adalah tapal batas. Persoalan sosial ini kemudian terus ditayangkan di televisi karena memang sudah menjadi tugas jurnalis menyebarkan informasi publik. Akan tetapi, berita yang disajikan perlu dibuat lebih ringan tanpa menonjolkan kekerasan.


'Media itu seperti pisau. Dapat mengiris emosi dan bisa juga menyejukan hati masyarakat,' kata Ridwan Yalidjama.


Dialog yang dimulai sekira pukul 10.30 Wita itu terus berlanjut hingga sore hari bersama pembicara berbeda dengan topik yang variatif.


Setelah berada di Kota Palu untuk beberapa jam, Wakapolri kemudian kembali ke Jakarta pada penerbangan sekira pukul 15.00 Wita.


Inti pelaksanaan Musda Ke-2 IJTI Sulteng digelar pada hari ini (13/10), dengan agenda pemilihan Ketua baru menggantikan Indra Yosvidar serta regenerasi kepengurusan organisasi untuk periode 2013-2016.


Jika anda menikmati berita ini, Dapatkan update email


Editor: ilham nusi


Wawan Sedih Mobil Mewah dan Dinasti Atut jadi Berita Utama Media


WARTAKOTA/Henry Lopulalan


Pengusaha Tubagus Chaery Wardana alias Wawan ditahan Komisi Pemberantasan Korupsi usai menjalani pemeriksaan di Gedung KPK, Jakarta, Kamis (3/10/2013).



TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -- Dari balik jeruji besi, adik kandung Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah, Tubagus Chaery Wardana alias Tubagus Wawan hanya bisa menyesali dan sedih karena kasus suap yang menjeratnya justru menjadi 'santapan' media massa dengan pemberitaan mobil-mobil mewahnya dan keluarga besarnya yang menjadi beberapa kepala daerah di Banten atau 'Dinasti Atut'.


'Apa ada orang ditahan kaya begitu yang enggak menyesal. Cuma yang disayangkan karena yang disorot oleh media itu hartanya, mobil-mobilnya, sama dinasti keluarganya. Jadi, melebar ke mana-mana,' kata anggota tim kuasa hukum Wawan, Pia Nasution, Sabtu (12/10/2013).


Menurut Pia, seharusnya pemberitaan media massa fokus terhadap kasus Wawan. 'Dia sedih karena keluarganya jadi headline (berita utama) terus di media lebih seminggu ini, tapi headline bukan positif, justru negatif,' ucap Pia seraya mengatakan, Wawan belum menceritakan tentang asal-usul 11 mobil mewahnya.


Menurut Pia, istri Wawan yang juga Wali Kota Tangerang Selatan, Airin Rachmi Diany, sedih karena ia mendapati suaminya ditahap sewaktu pulang dari Amerika Serikat.


'Mba Airin baik dengan keluarga Bang Buyung. Dia yang meminta (bantuan hukum) ke kami sewaktu di Amerika. Saat pulang dari Amerika, yah dia sedih karena suaminya sudah ditahan. Dia sudah menyerahkan sepenuhnya ke tim lawyer Bang Buyung,' kata putri pengacara senior Adnan Buyung Nasution itu.


Pia mengakui Airin selaku istri, mengetahui banyak sedikit tentang kasus Wawan. Namun, lagi, Pia enggan menceritakan lebih jauh tentang hal itu.


Inilah Member SNSD yang Punya Apartemen di Gangnam


WowKeren.com - Dengan karirnya yang semakin melejit bukan hal yang berat bagi Girls' Generation untuk membeli rumah mewah. Baru-baru ini Seohyun diketahui membeli apartemen di Gangnam. Rupanya masih ada member SNSD lainnya yang memiliki hunian di kawasan kelas atas Seoul tersebut. Baru saja dikonfirmasi bahwa Jessica dan Kwon Yuri juga membeli apartemen di kawasan Gangnam, lebih tepatnya di Cheongdam-dong. Lokasi tersebut memang menjadi kesukaan selebriti karena sistem keamanannya yang bagus sehingga privasi mereka terjamin. Jessica membeli rumah di Sangji Ritzville lantai 10 pada 21 Desember 2011 melalui proses lelang dengan harga 1,2 miliar Won (Rp 12,5 miliar). Ia berhasil mendapatkan apartemen 3 kamar itu lebih murah 300 juta Won (Rp 3 miliar) dari penawaran awal. Untuk membelinya, Jessica meminta pinjaman ke Hana Bank dan melunasinya 2 bulan kemudian. Sedangkan Yuri membeli hunian di lokasi yang sama namun di lantai 9 pada September tahun lalu. Ia merogoh kocek 1,7 miliar Won (Rp 17,6 miliar) untuk memiliki rumah dengan 4 kamar dan 3 kamar mandi itu. Hunian Yuri dan Jessica tersebut di gedung yang sama dengan senior mereka, BoA. Sementara itu Seohyun baru saja membeli hunian di gedung Cheongdam Daewoo Members County pada Mei 2012. Rumahnya di lantai 5 itu dibeli dengan harga 1,29 miliar Won (Rp 13,6 miliar). Maknae SNSD ini menggunakan pinjaman dari Samsung Fire Insurance dan melunasinya pada akhir Februari lalu.(wk/mr)


Berita Girls' Generation terbaru : * Jessica Terima Penghargaan Idol Dunia Terbaik untuk SNSD * Ujian Masuk Kampus di Korea Tanyakan Member SNSD yang Ingin Dinikahi * SNSD Terima Award untuk Pemakai Jeans Terbaik di Jepang * Hasil Polling: Fans Paling Ingin Ajak Kencan Yoona SNSD * Member SNSD Ucapkan Selamat Ulang Tahun ke Hyoyeon * Berita Girls' Generation lainnya ...


Friday, October 11, 2013

BERITA TERPOPULER Penyerangan Pelajar Hingga Evan Dimas ...


Evan Dimas


Solopos.com, SOLO- Sebanyak 40 siswa kelas X hingga XII SMK PIRI Sleman ditangkap jajaran reserse kriminal Polsek Sleman, Jumat (11/10/2013) pagi.


Para siswa ditangkap di sekolahnya karena terlibat penyerangan terhadap SMA Negeri 2 Sleman, Kamis (10/10/2013) siang yang mengakibatkan satu mobil milik guru rusak.


Kapolsek Sleman, Kompol Tugiyat menjelaskan penangkapan 40 siswa SMK PIRI atas dasar laporan Kepala SMA N 2 Sleman, Dahari ke Polsek Sleman, Kamis (10/10/2013).


Berita tersebut menjadi terpopuler di solopos.com, Sabtu (12/10/2013) siang. Berikut daftar sejumlah berita terpopuler di solopos.com :


1. PENYERANGAN SEKOLAH : Puluhan Siswa SMK PIRI Sleman Ditangkap Polisi


2. CIU RENGGUT NYAWA : Pesta Ciu, 1 Warga Gamping Tewas


3. KAPAL TERDAMPAR : Mayat Nelayan di Pantai Gunungkidul Berhasil Diidentifikasi


4. KISAH UNIK : Gara-Gara Belahan Dada, Presenter TV Dipecat


5. PREDIKSI KORSEL VS INDONESIA U-19 : Yang Penting Menang, Garuda Muda!!!


6. Wow, Barcelona Ungkap Prestasi Evan Dimas


7. KAPAL TERDAMPAR : Warga Berebut Puing Kapal Akau Jaya Sembilan