Tuesday, July 30, 2013
Tanggapan Berita Poskotanews.com ke Dewan Pers
Benitez Meninggal, Valencia dan Falcao Tak Percaya
Thursday, July 25, 2013
GBK Lebih Meriah Saat Liverpool Datang Ketimbang Chelsea
12 Berita Tergila Dunia: Tewas Tertimpa Sapi, Wanita Susui Anjing
Saturday, July 20, 2013
Danamon Dibobol, Rp200 Juta Raib
Thursday, July 18, 2013
Disamakan dengan SBY, Jumhur: Berarti Saya Bisa Jadi Presiden
Wednesday, July 17, 2013
Rahmad Darmawan Akan Adu Taktik dengan Jose Mourinho
Friday, July 12, 2013
Baru 2.000 Cama Ikut SBMPTN
Thursday, July 11, 2013
Rekaman Panggilan 911 Penumpang Asiana Airlines Bikin Merinding
BERITA-24JAM.BLOGSPOT.COM, California : California Highway Patrol baru saja merilis rekaman panggilan darurat ke layanan 911 oleh korban kecelakaan pesawat Boeing 777 milik maskapai Korea Selatan, Asiana Airlines. Rekaman tersebut menunjukkan kepanikan para penumpangnya yang tak segera mendapatkan pertolongan.
Seperti yang dilansir News.com.au, Kamis (11/7/2013), ada berbagai suara dalam rekaman itu, mulai dari suara tenang seorang pria hingga suara panik wanita yang sedang berada bersama korban dengan luka kritis.
Suara rekaman pertama yang terdengar adalah pria yang mengaku berada tak jauh dari bandara --lokasi jatuhnya pesawat Asiana Airlines. Dalam panggilannya, ia mengatakan mendengar suara ledakan dahsyat, dan melihat kecelakaan pesawat Boeing 777 di San Francisco International Airport yang terjadi 6 Juli 2013.
Lalu, terdengar lagi suara tenang pria yang baru saja melewati reruntuhan pesawat dalam laporannya kepada petugas operator 911, mengatakan, 'Pesawat jatuh sesaat sebelum mendarat.'
Dia menambahkan, ada petugas darurat yang membantu penumpang terluka dan terjebak dalam pesawat yang rusak, diperkirakan 90 persen penumpang telah selamat.
Panggilan darurat berikutnya adalah dari penumpang wanita Asiana Airlines, yang melaporkan dengan nada panik.
'Ada seorang wanita terkapar dengan luka kritis di kepala. Kami hampir kehilangan nyawanya, tetapi kami berusaha mempertahankannya agar tetap hidup. Tidak ada ambulans di sini. Kami sudah mendarat selama 20 menit,' ujar wanita yang berhasil menyelamatkan diri dari burung besi yang terbakar.
Panggilan penumpang wanita Asiana Airlines lainnya tak kalah panik dengan panggilan sebelumnya. Ia juga meminta pihak 911 mengirimkan segera tim medis untuk membantu para korban yang terluka.
'Kami baru saja mengalami kecelakaan pesawat. Ada beberapa orang yang masih membutuhkan bantuan, tapi kami kekurangan tenaga medis. Ada seorang wanita terkapar di jalan, di landasan pacu. Ia mengalami luka bakar parah di kepala, tapi kami tidak tahu apa yang harus dilakukan,' urai wanita itu.
Dalam kecelakaan tersebut, 305 penumpang lolos dari maut. Namun 2 orang asal China tewas di lokasi kejadian.
Hingga kini penyidik masih terus menyelidiki penyebab kecelakaan pesawat Boeing 777 itu. Menurut bukti terbaru yang ditemukan penyidik, roda pesawat sempat menghantam seawall atau dinding pembatas laut, akibat pesawat mendarat dengan kecepatan di bawah rata-rata yang tidak sesuai dengan ketinggian saat itu. (Tnt/Ein)
Wednesday, July 10, 2013
Tevez: Saya Tidak Gendut
BERITA-24JAM.BLOGSPOT.COM, Turin : Carlos Tevez akhirnya memutuskan untuk meninggalkan Inggris dan pindah ke Italia, setelah mencapai kesepakatan dengan Juventus. Namun, berita tidak sedap menghinggapi Tevez saat menjalani tes medis sebelum menandatangi kontrak.Sebuah rumor kurang sedap beredar mengenai postur tubuh penyerang berusia 29 tahun itu. Kabar itu memberitakan apabila Tevez harus menurunkan berat badannya sebanyak enam kilo apabila ingin bermain di laga pramusim. Tevez pun tidak terima.'Saya belum tiba di Juventus, dan sudah ada berita yang mengatakan apabila saya kelebihan berat badan, dan harus mengurangi berat badan saya sebanyak enam kilogram,' ujar Tevez.'Tapi, saya belum melakukan berat badan. hal itu membuat saya tertawa ketika mendengarnya. Juventus tidak pernah mengatakan apa pun tentang hal ini,' terang mantan pemain Manchester United itu.(TS)
Wah, Neymar Tinggal Pilih Dua Nomor Favoritnya
BERITA-24JAM.BLOGSPOT.COM, Barcelona : Neymar harus segera memilih nomor punggung mana yang akan dipilihnya di Barcelona. Positif, nomor 7 sudah bebas untuk digunakan setelah David Villa hijrah ke Atletico Madrid. Ini salah satu nomor favoritnya.
Di timnas Brazil, inilah nomor yang dipakainya sebelum nomor 10 di Piala Konfederasi. Neymar pun sempat berucap nomor itu ingin dipakainya di Barcelona. Tapi, ada satu nomor lagi yang masih dipikirkannya. Nomor itu adalah nomor 11.
Nomor 11 identik dengan Romario kala membela Barcelona. Ini pula nomor yang dipilih Neymar di Santos. Pemilik nomor 11 saat ini adalah Thiago Alcantara. Tapi, bintang Spanyol di Piala Eropa U-21 ini kemungkinan besar akan hengkang.
Thiago beberapa kesempatan mengatakan, ini saatnya untuk bergabung dengan Manchester United. Hanya saja, juru bicara Barcelona, Toni Freixa menegaskan, Thiago masih tetap bersama Barcelona. 'Dia akan ikut pramusim bersama kami,' tegasnya.
Maka itu, nomor yang paling mungkin dipilih Neymar adalah 11. Tapi, Neymar juga sepertinya akan dibebaskan jika ingin memakai nomor 11 milik Thiago. Selama, ini untuk membuatnya tampil nyaman di lapangan. (EMD)
Baca juga:* Latihan Pertama MU, Senyum Rooney Sampai `Posting` Zaha* Fantastis, Dua Laga di Liga Amatir Nigeria Cetak 146 Gol!* Komentar Pertama David Villa Setelah Berkostum Atletico* Jadwal Lengkap Barcelona Musim 2013-2014* Kiper Veteran Fulham Gabung Chelsea
Tak Pahami Konflik UISU, Kopertis Tidak Netral
OK Iskandar SH MH, kuasa hukum UISU Al Munawwarah didampingi Rektor UISU Prof Ir Zulkarnain Lubis MS, Ph.D. (Berita Sore/ajekoi )
MEDAN (Berita): Kuasa hukum Universitas Islam Sumatera Utara (UISU) Al Munawwarah menilai Koordinator Kopertis Wilayah I Sumut-Aceh Prof Dian Armanto Ph.d kurang memahami persoalan konflik UISU.
'Penyelesaian konflik secara hukum tidaklah semudah yang disebutkan atau dimaksudkan,' kata OK Iskandar SH MH, kuasa hukum UISU Al Munawwarah Jl SM Raja Medan didampingi Rektor UISU Prof Ir Zulkarnain Lubis MS, Ph.D, Pembantu Rektor I Dr Srie Fauziah, Pembantu Rektor II Hj Habsah Lubis SH MH dan Kabiro Publikasi dan Kemahasiswaan Onan Siregar S.Sos MSi kepada wartawan di Medan Club, Senin kemarin.
Menurut Iskandar, konflik UISU harus dilihat dari berbagai aspek hukum, antara lain aspek hukum organ yayasan (kewenangan pengadilan negeri), aspek hukum sivitas akademika (kewenangan Mendikbud RI) dan aspek hukum asset yayasan UISU (kewenangan pengadilan negeri agama).
Menyinggung statemen Kopertis yang menyatakan, kampus UISU Al Manar yang legal dan sah menurut hukum, kurang tepat karena permasalahan dan konflik UISU adalah organ yayasan, bukan sivitas akademika rektor, dekan, dosen dan mahasiswa, staf dan pekerja UISU sebagaimana yang dilansir di media massa oleh kopertis.
'Hingga kini belum ada keputusan dari pengadilan yang berwenang menyatakan organ yayasan yang mana paling berhak memakai nama UISU,' jelasnya seraya menegaskan, sampai saat ini kopertis belum pernah sama sekali membuat surat secara resmi kepada rektor/pimpinan UISU rencana penyelesaian konflik UISU tersebut.
Untuk itu pihaknya meminta kopertis agar netral dan jangan memihak kepada salah satu kampus saja, seharusnya secara hukum kopertis melindungi seluruh kampus yang bernaung dan memakai nama UISU termasuk kampus Al Munawwarah Jl SM Raja Medan.
Ditambahkan Iskandar, menyangkut ijin UISU Al Munawwarah sudah dari sejak tahun 1950-an berdiri dan memiliki ijin secara terus menerus dan berkelanjutan yang diterbitkan oleh Mendikbud cq Dirjen Dikti yang diterbitkan untuk masing-masing fakultas, begitu juga terhadap EPSBED dan akreditasi.
'Jika kopertis menyatakan tidak mempunyai ijin maka secara hukum kopertis dapat diduga telah melakukan penggelapan atas ijin masing-masing fakultas UISU Al Munawwarah,' tambahnya. Pernyataan kopertis yang menyatakan hanya UISU kampus Al Manar Jl Karya Bakti yang mempunyai ijin, maka secara hukum pernyataan itu tidak dapat dibenarkan. Sebab pada surat ijin yang diterbitkan seperti No 10553/D/T/K-I/2010 tanggal 10 Desember 2010 tidak ada menyebutkan secara khusus UISU kampus Karya Bakti.
Sementara itu Rektor UISU Prof Zulkarnain merasa keberatan atas pemberitaan kopertis tersebut, sebab sudah merugikan hak dan kepentingan hukum. Sehingga perbuatan kopertis itu secara hukum dapat dikualifisir sebagai suatu perbuatan melawan hukum. 'Kita akan mengambil tindakan hukum sesuai prosedur yang berlaku baik menuntut pidana maupun gugatan perdata terhadap kopertis,' tegasnya.
Kepada dekan, dosen, mahasiswa dan seluruh pegawai maupun staf serta kepada masyarakat untuk tidak terpengaruh atas pemberitaan kopertis tentang penyelesaian konflik UISU, karena kopertis sudah tidak netral dan berpihak kepada salah satu kampus, sehingga terkesan kopertis mempunyai kepentingan dalam konflik UISU.(aje)
Tuesday, July 9, 2013
PHK Jadi Salah Satu Musuh Kaum Buruh
BERITA-24JAM.BLOGSPOT.COM, Jakarta : Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) secara sepihak oleh perusahaan begitu menyakitkan bagi kaum buruh. Bukan saja akan kehilangan mata pencaharian, tapi juga menimbulkan rasa ketidakadilan di kalangan buruh.
Ketua Umum Aliansi Jurnalis Independen (AJI), Eko Maryadi mengatakan, buruh termasuk para jurnalis kerap kali menghadapi ancaman PHK dari perusahaan.
'PHK merupakan salah satu musuh kaum buruh. Belum lagi ketika diberhentikan, buruh tidak mendapatkan upah dan kompensasi yang seharusnya ditanggung perusahaan,' terang dia saat Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi IX DPR, di Jakarta, Selasa (9/7/2013).
Saat membawa pemecatan tersebut ke ranah hukum, Eko menilai, buruh tak mampu melawan pihak perusahaan yang datang dengan pembela hukum alias pengacara. 'Ancaman PHK selalu datang jika buruh tidak menerapkan mekanisme sesuai prosedur perusahaan,' jelasnya.
Dia mencontohkan, kondisi memprihatinkan ini menimpa salah seorang wartawati yang bekerja di sebuah media televisi ternama di Indonesia. Wartawati itu mengaku mendapatkan perlakuan sewenang-wenang dari perusahaan media tersebut.
'Padahal di sela-sela tugasnya, wartawati itu sedang memperjuangkan kesejahteraan wartawan lain di medianya dengan mendirikan serikat pekerja. Namun karena alasan komunitas kurang baik, akhirnya wartawati itu di non job kan hingga tak menerima gaji saat masih menjabat sebagai wartawati,' keluh dia.
Eko mengatakan, perusahaan media seharusnya dapat menjadi contoh baik bagi perusahaan lainnya dengan membebaskan keberadaan serikat pekerja di lingkungan perusahaan.
Pernyataan tersebut didukung Anggota Komisi IX dari Fraksi PDI Perjuangan, Rieke Dyah Pitaloka. Menurutnya, keberadaan serikat pekerja memang harus ada di masing-masing perusahaan, termasuk media supaya menjadi kekuatan bagi buruh untuk dapat menyalurkan aspirasinya.
'Bapak saya dulunya pendiri serikat pekerja. Jadi saya akan membela serikat pekerja meski saya tak lagi terpilih pada pemilu 2014,' tandasnya.