Saturday, October 19, 2013

BERITA TERPOPULER Niat Kritisi Jokowi Nurhayati Malah Di


Nurhayati Assegaf (JIBI/dok)


Solopos.com, SOLO -Pernyataan Politisi Partai Demokrat, Nurhayati Ali Assegaf menuai banyak kecaman dari publik. Setelah mengkritisi kinerja Gubernur Jakarta, Joko Widodo (Jokowi), Nurhayati langsung diberondong cacian.


Dilansir BERITA-24JAM.BLOGSPOT.COM, Sabtu (19/10/2013), Nurhayati menyebut Jokowi harus berterimakasih pada Fauzi Bowo (Foke) karena kerjanya saat ini hanya meneruskan konsep yang telah dirancang Foke.


'Apakah bisa dibikin dalam setahun itu. Hasil siapa itu? Hasil sebelumnya Pak Fauzi Bowo. Jangan melupakan jasa-jasa pendahulunya. Semua itu hasil dari pendahulunya,' katanya.


Nurhayati juga tidak luput mengkritisi soal kemacetan dan kebakaran 1.000 rumah yang terjadi di Jakarta beberapa waktu lalu.


Berita tersebut menjadi satu berita terpopuler di solopos.com, Minggu (20/10/2013). Berikut sejumlah berita terpopuler selengkapnya di solopos.com :


1. Niat Kritisi Jokowi, Nurhayati Malah Di-Bully 2. DENMARK OPEN SUPERSERIES 2013 : Sony Kandas, Hendra/Ahsan & Tontowi/Liliyana ke Semifinal 3. Endank Soekamti Dukung Slank Kampanye Antinuklir 4. SMARTPHONE MURAH : Masuk Pasar China, Iphone 5C Anjlok 5. Eks Kekasih Beberkan Rahasia Seksual Steve Jobs 6. TIPS OTOMOTIF : Tips Berkendara Saat Hujan 7. TIPS HIDUP SEHAT : Melanie Putria Tetap Bugar 2 Tahun Menyusui


Friday, October 18, 2013

Kesalahpahaman KPI dengan Indro Warko dan Olga Syahputra ...

Komisioner KPI Pusat, Agatha Lily, menegaskan kalau pihak yang meminta uang pada Olga itu hanya oknum yang mencatut nama lembaga.

WowKeren.com - Indro Warkop dan Olga Syahputra mendatangi Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) pada Jumat (18/10). Karena itu, KPI tak merasa perlu memperpanjang masalah terkait oknum KPI yang meminta uang pada Olga. 'Intinya Indro menjelaskan yang disampaikan di media online tidak seperti itu. Sebenarnya Indro meminta media mengecek kembali kebenaran berita itu,' kata Komisioner KPI Pusat, Agatha Lily, pada media. 'Olga sendiri nggak tahu itu siapa. Dia justru menyimpulkan itu bukan orang KPI.' Agatha pun menyimpulkan kalau ada oknum yang mencatut nama KPI demi mencari keuntungan. Ia juga meminta masyarakat umum untuk waspada jika mengalami kejadian serupa. 'Sekarang masalahnya sudah clear,' tegas Agatha. 'Itu oknum dan bukan orang KPI. Kami himbau kalau ada kejadian seperti ini lagi tolong kroscek ke KPI.'(wk/ri)


Berita Olga Syahputra terbaru : * Bisul Olga Syahputra Sudah Sembuh * Olga Syahputra Tepis Dugaan Meneror Febby Karina * Olga Syahputra Dituduh Arogan dan 'Meneror' Korbannya * Olga Syahputra Tepis Dugaan Mundur Sebagai Artis Karena Billy * Berita Olga Syahputra lainnya ...


Mau Berita Cover Both Side di Media Online? Ini Caranya

Jakarta -Persaingan kecepatan dan eksklusifitas pemberitaan dalam pemberitaan saat ini semakin ketat. Tugas wartawan saat ini semakin berat, belum selesai dengan urusan kode etik jurnalistik salah satunya keberimbangan pemberitaan (cover both side) wartawan juga dikejar untuk mengejar kecepatan.


Pandangan itu dikemukakan anggota Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Leanika Tanjung dalam acara 'Sosialisasi dan Diskusi Jurnalis dalam Pemberitaan yang Berperspektif Perlindungan Saksi dan Korban' yang diselenggarakan Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) di Kawasan Taman Impian Jaya Ancol, Jakarta Utara, pada Jumat (18/10).


Leanika mencontohkan semakin banyak pemberitaan media yang mengabaikan keberimbangan pemberitaan dan hanya mengejar sisi eksklusifitas semata.


'Pemberitaan saat ini banyak yang tidak memiliki landasan pemberitaan dan hanya mengejar eksklusifitas dan kecepatan semata. Tidak berimbang dari segi narasumber, satu narasumber sudah cukup dan belum memberikan kesempatan pihak yang bersangkutan dalam pemberitaan, setelah itu langsung diterbitkan,' kata Leanika.


Leanika menilai eksklusifitas pemberitaan cenderung keluar dari jalur pemberitaan yang semestinya. Selain itu menurut Leanika, eksklusifitas berarti menjadi yang pertama dalam pemberitaan sedangkan sisi cover both side diabaikan.


'Eksklusifitas itu memotong cover both side pemberitaan, karena semua media kini merujuk pada yang pertama, kemudian saling bersaing dan tidak memikirkan dampak pemberitaannya tanpa sempat memikirkan pelanggaran dalam kode etik jurnalistik,' ujar Leanika.


Dalam forum yang sama, Ketua Komisi Hukum Dewan Pers Stenly Adi Prastyo memberikan pandangan yang berbeda. Ranah pemberitaan dengan cepat, menurut Stenly, biasanya dilakukan oleh media online.


Menurut Stenly, perlu memahami struktur kewenagan menaikkan berita sudah banyak terpotong dan menjadi lebih singkat dalam news room media online. Stenly mencontohkan, laporan dari reporter lapangan langsung diterima oleh redaktur. Kemudian proses muat dengan sepengetahuan Redaktur Pelaksana dan Pimpinan Redaksi. Menurut Stenly, semua proses itu berjalan cepat dalam dunia online.


'Sedangkan untuk keberimbangan, biasanya media online memberikan waktu pihak yang berkepentingan dalam pemberitaan yang belum diberi kesempatan akan dihubungi dalam waktu yang berbeda. Bagi media online, tidak ada batasan waktu untuk memberikan waktu bicara pihak yang belum diberi kesempatan, yang penting ada niatan baik dan itu akan keliahatan dengan melihat konsistensi pemberitaannya,' kata Stenly.


Namun Stenly mengingatkan, tidak terbatasnya waktu bagi untuk memberikan kesempatan pihak yang berkepentingan dalam pemberitaan bukan berarti tanpa alasan. Misalnya dengan tetap menghubungi dan jangan sampai pihak yang belum memberikan keterangan statusnya sudah keluar konteks dari statusnya dalam pemeritaan awal.


'Misalnya pemberitaan media online tentang korupsi seorang bupati dengan hanya narasumber dari ICW. Kemudian sang Bupati sudah dihubungi dimintai keterangan namun tidak membalas. Biasanya media online menggunakan istilah, 'saat berita ini dimuat bupati yang bersangkutan tidak membalas pesan' atau sebagainya. Namun jangan juga memberi kesempatan kepada bupati itu enam tahun kemudian, setelah dia tidak menjawab, itu sih kelewatan dan tidak ada itikad baik namanya,' ujar Stenly. [Merdeka]



Kawal Berita Saksi dan Korban, Dewan Pers


BERITA-24JAM.BLOGSPOT.COM, Jakarta : Dewan Pers akan melakukan penandatanganan nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) dengan Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK). MoU dilakukan dalam rangka memberikan perlindungan terhadap saksi dan korban suatu permasalahan penting.




Ketua Komisi Hukum Dewan Pers Stanley Adi Prasetyo mengatakan, banyak hal yang dapat dilakukan untuk memberikan legalisasi terhadap perlindungan saksi dan korban. Salah satu yang akan dilakukan oleh Dewan Pers yaitu melakukan MoU dengan LPSK.


'Dalam rangka menyusun pedoman pemberitaan terhadap perlindungan saksi dan korban, Dewan Pers akan laksanakan Mou dengan LPSK,' ujar Stanley dalam acara 'Sosialisasi dan Diskusi 'Jurnalis Dalam Pemberitaan Yang Berspektif Perlindungan Saksi Dan Korban' di Hall Putri Duyung, Ancol, Jakarta Utara, Jumat (18/10/2013).


Stanley mengatakan, MoU akan membahas bagaimana sebuah media mengawal pemberitaan terhadap keamanan para saksi dan korban. 'Salah satu yang terpenting dalam pembahasan itu adalah bagaimana kita memberikan kode etik terhadap pengawalan media terhadap keterangan saksi dan korban,' jelasnya.


Dalam Mou tersebut, akan turut mengundang seluruh pengambil kebijakan terkait. Selain itu, juga akan ada masukan dari para jurnalis untuk menyusun draf kerja sama tersebut. 'Selain stakeholder, juga akan puluhan Jurnalis dalam perumusan draf kerja sama tersebut,' tandasnya. (Mvi/Ism)


Diperiksa, Dul Jaelani Santai Jawab 21 Pertanyaan dari Penyidik


WowKeren.com - Dul Jaelani akhirnya diperiksa penyidik dari Balai Pemasyarakatan dan kepolisian. Ada tujuh penyidik yang mengajukan sejumlah pertanyaan terkait kasus kecelakaan di Tol Jagorawi yang menewaskan 7 orang itu. Pemeriksaan dilakukan di kediaman Ahmad Dhani di Pondok Indah, Jakarta Selatan, Kamis (17/10). Suasana yang santai dan juga adanya Dhani membuat Dul tetap tenang saat penyidik mengajukan 21 pertanyaan. '21 pertanyaan dijawab santai oleh Dul, sampai (penyidik) ditinggal tidur. Polisi juga memberikan ruang, tidak ada pemaksaan. Prosedurnya baik, itu diutamakan,' ujar Lidia Wongsonegoro, pengacara Dhani, di Pondok Indah, Jakarta Selatan, Jumat (18/10) dini hari. 'Totalnya ada tujuh orang, dari Bapas dua orang dan dari tim penyidik lima orang,' kata Dhani menimpali. Kasil Yanmas Laka Kompol H Miyanto yang ikut dalam proses BAP itu mengungkap kalau pertanyaan yang diajukan pada Dul itu seputar kronologis kejadian. 'Pada prinsipnya kita menanyakan seputar kejadian yang telah terjadi tanggal 8 September,' kata Miyanto. Tak menutup kemungkinan, Dul bisa kembali diperiksa oleh penyidik. 'Memang belum selesai tuntas. Tapi kita lihat situasi dulu, kalau masih kurang, memungkinkan untuk melakukan pemeriksaan tambahan,' pungkas Miyanto.(wk/ri)


Berita Dul Jaelani terbaru : * Polisi Minta Rekam Medis Dul Demi Tepis Tuduhan Lamban * Korban Kecelakaan Dul Akui Kelenjar Air Matanya Hancur * Polisi Dikritik Lamban Urusi Kasus Dul Jaelani * Dul Dijadwalkan Diperiksa Polisi Sabtu Depan * Berita Dul Jaelani lainnya ...


Thursday, October 17, 2013

BERITA TERPOPULER Timnas U


Ilustrasi Kapten tim nasional Indonesia, Evan Dimas Darmono (6) meluapkan kegembiraan usai mencetak gol.


Solopos.com, SOLO - Tak hanya melindungi pemainnya dari godaan komersialisasi, Pelatih timnas U-19, Indra Sjafri, juga memproteksi anak asuhnya dari tawaran dari kelompok senior mereka. Salah satunya adalah dari timnas U-23 yang kini tengah mempersiapkan diri untuk ajang SEA Games Myanmar akhir tahun mendatang.


Kepada Harian Jogja, Indra Sjafri, mengakui bahwa dirinya selalu menekankan kepada para pemainnya untuk tetap fokus pada apa yang telah mereka jalani selama ini. Menurut dia, dengan prestasi yang telah diraih anak asuhnya sejauh ini, sudah wajar jika akan banyak tawaran dari berbagai pihak yang datang.


Berita tersebut menjadi salah satu berita terpopuler di solopos.com, Kamis (17/10/2013). Berikut berita-berita terpopuler s olopos.com, Kamis : 1. Timnas U-23 Dilarang Dekati Pemain U-19 2. LOWONGAN CPNS 2013 : Kemendikbud Batal Umumkan Seleksi Administrasi 3. Nyalip Truk, Pelajar Tewas 4. Sebut Rakyatnya 'Bodoh', Ibu Negara Tuai Kontroversi 5. PERGELARAN SENI : Saat Para Romo Main Opera Punakawan Menggugat 6. PORPROV JATENG 2013 : Tim Futsal Sukoharjo Sabet Medali Emas 7. KLINIK ANDROID : OS Sudah Jelly Bean, Memory Internal 1 GB, Mengapa HH Lemot ?


Gwyneth Paltrow Berseteru dengan Majalah Gara


WowKeren.com - Gwyneth Paltrow berseteru dengan majalah Vanity Fair karena tidak ingin salah satu berita dan fotonya diterbitkan. Namun, editor majalah ini mengatakan akan tetap mempublikasikannya meski Gwyneth menolak. 'Kami menulis berita tentangnya (Gwyneth),' ujar Graydon Carter, editor Vanity Fair dalam wawancara baru-baru ini. 'Kami punya penulis yang bagus dan ini akan kami terbitkan.' Komentar Graydon ini menyusul perseteruan mereka dengan Gwyneth yang kabarnya sudah berlangsung selama beberapa bulan terakhir. Istri Chris Martin ini bahkan diberitakan sempat mengajak rekan-rekan selebritinya untuk memboikot majalah tersebut lewat email. ' Vanity Fair mengancam untuk menjadikanku cover majalah mereka. Kalau mereka memintamu memberikan komentar, tolong tolak,' tulisnya saat itu. 'Aku juga menyarankan agar kalian tidak bekerja sama dengan majalah ini lagi.' Gwyneth sendiri belum memberikan komentarnya setelah Graydon angkat bicara. Ia terlihat menuju bandara untuk meninggalkan Los Angeles, Kamis (17/10). Diduga, aktris berusia 41 tahun ini ingin menghindar sementara dari pemberitaan media.(wk/nr)


Berita Gwyneth Paltrow terbaru : * Gwyneth Paltrow dan Anak Nyaris Tertabrak Bus * Inilah Rahasia Tubuh Langsing Gwyneth Paltrow * Gwyneth Paltrow: Mimpiku Jadi Kenyataan Saat Berlibur ke Indonesia * Gwyneth Paltrow Tiru Gaya Celana Melorot Justin Bieber * Berita Gwyneth Paltrow lainnya ...