Ilustrasi. (Foto: AFP)
Diberitakan sebelumnya, melansir Bloomberg, Rabu (27/11/2013), Rupiah dalam perdagangan non-delivery forward (NDF) melemah 121 poin atau 1,03 persen ke Rp11.886 per USD. Dalam pergerakan harian, Rupiah terendah pada level Rp11.886 per USD. JAKARTA -Nilai tukar Rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) hari ini kembali terpuruk. Pasalnya, Rupiah ditutup di pergerakan terendah di level Rp11.886 per USD. Hal tersebut menjadi semakin membuat tren nilai tukar Rupiah terhadap dolar semakin menunjukkan tren negatif.Menanggapi hal tersebut, Menteri Keuangan (Menkeu) Chatib Basri menilai terpuruknya nilai tukar Rupiah terhadap dolar lantaran volatilitas yang cukup tinggi. Adapun, jika dilihat pergerakan hari ini, pagi ini saja Rupiah, menurut Chatib sudah memulai dari Rp11.720 per USD. Dirinya menambahkan, dengan isu tapering off dikhawatirkan mendorong volatilitas rupiah menjadi tinggi, serta importir terhadap valas selalu mengalami kejadian sepertipemenuhan kebutuhan perusahaan. 'Saya sudah cek market di negara lain itu juga capital marketnya merah, tapi memang ini perlu berita yang baik di pasar kita tunggu angka inflasi minggu depan, saya belum tahu angkanya,' kata Chatib di Kantornya, Jakarta, Rabu (27/11/2013). Chatib menyebutkan, angka inflasi sampai akhir tahun diperkirakan akan di bawah 9 persen. Dirinya mengaku, Kementerian Keuangan akan memfokuskan kepada market atau pasar terhadap angka neraca perdagangan. 'Kalau perkiraan Kemenkeu akan ada inflasi relatif kecil, nanti kita liat angka akhir, inflasi akhir tahun bisa 9 persen ke bawah. Konsen ke market tunggu angka neraca perdagangan, dari perkiraan kita masih defisit tapi masih kecil,' jelasnya. (wdi)(rez)
Berita Selengkapnya Klik di Sini
No comments:
Post a Comment